Visi dan Misi
Visi
“TERWUJUDNYA DESA KARYAMUKTI YANG LEBIH MAJU (MANDIRI, ADIL, JUJUR DAN UNGGUL)”
MANDIRI
Mewujudkan Desa Yang Kreatif, Inovatif dan produktif dengan cara memberdayakan semua potensi usaha yang ada di masyarakat
ADIL
Memberikan Pembelajaran Publik secara seimbang baik di dalam pelayanan umum, Kesehatan maupun dalam pemerataan pembangunan Infrastruktur
JUJUR
Mewujudkan Pemerintahan Desa yang jujur dan Proporsional Amanah, Ramah dalam Kehidupan sehari-hari baik dalam Pemerintahan maupun dengan Masyarakat
UNGGUL
Meningkatkan Sarana dan Prasarana di segala bidang dari mulai Infrastruktur, Pertanian, Kesehatan, Keagamaan, Kepemudaan dan Kesenian
Misi
Dalam rangka pencapaian visi tersebut di atas, maka ditetapkan beberapa misi sebagai berikut :
- Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia ( SDM )Bagi aparatur Pemerintah Desa.
- Penertiban Administrasi Pemerintah Desa.
- Meningkatkan mutu pelayanan Masyarakat di berbagai bidang.
- Meningkatkan kerukunan antara ulama dan umaro, RW/RT, Lembaga Desa ( BPD/LPM ).
- Meningkatkan pembangunan fisik dan non fisik di berbagai bidang.
- Meningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur Pemerintah Desa
- Meningkatkan kegiatan dibidang olahraga dan kesenian
- Menggali potensi desa dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Desa
- Meningkatkan partisipasi swadaya masyarakat dan sektor swasta dalam kegiatan pembangunan dan kegiatan masyarakat.
- Melaksanakan kegiatan kebersihan lingkungan secara periodik
- Menguapayakan ketetapanwaktu dalam pelunasan PBB setiap tahun
Sejarah Desa
Pada abad 17 dari kerajaan Mataram mengutus Embah Gambir untuk mencari Permaisuri untuk dijodohkan dengan Ratu Anom, beliau diberi waktu satu minggu untuk mencari permaisuri hingga mencapai pencarian berbulan-bulan tak jua menemukan dan karena habis perbekalan beliau menetap di suatu tempat yaitu di hutan belantara dan untuk minum beliau dan yang lainnya menggali sumur yang ditutup dengan sebilah kayu (Padung) dan sekarang dikenal dengan Cipadung. Kemudian beliau berjalan ke sebelah selatan beliau berjalan untuk meninjau (Nenjo) tempat di sekitarnya maka disebut Panenjoan.
Pada waktu sore sampai magrib mereka pindah ke tempat yang lebih tinggi untuk melihat lembayung (Layung) dan sampai sekarang dikenal dengan Panglayungan. Akhirnya Embah Gambir dan bala tentaranya menetap di tempat tersebut untuk menyingkir dari Mataram untuk selamanya dan beliau memberi nama Panyingkiran kini menjadi Desa Panyingkiran (Embah Gambir menjadi Kuwu Pertama di Panyingkiran pada tahun 1866).
Pada tanggal 13 Maret 1981 diadakan pemecahan wilayah Desa Panyingkiran Kecamatan Kadipaten menjadi wilayah Desa Panyingkiran dan wilayah Desa Karyamukti. Hal ini disebabkan oleh karena waktu itu terjadi pemilihan Kepala Desa, yang mana dimenangkan oleh Bapak Sail. Semula Panitia menyatakan sah, tetapi setelah diklarifikasi ternyata suara yang masuk kelebihan, sehingga diadakan pemilihan ulang. Pada pemilihan kedua ternyata Bapa Toha keluar sebagai pemenang. Saat itu jumlah penduduk sudah melebihi batas, artinya sudah memenuhi syarat untuk dilakukan pemecahan wilayah. Jadi, untuk mengantisipasi gejolak di masyarakat akibat Pilkades ulang, maka para tokoh mengambil sikap untuk mengusulkan pemecahan wilayah Desa Panyingkiran menjadi dua.
Kemudian untuk memberi nama Desa yang baru, para tokoh tersebut bermusyawarah. Dari hasil musyawarah itu keluar dua nama yaitu pertama “ Desa Wanahayu, kedua Desa Karyamukti.” Dan yang terpilih adalah nama Karyamukti. Hal ini menurut keterangan salah seorang tokoh yang waktu itu ikut musyawarah, bahwa waktu itu sedang gencar – gencarnya atau berkuasa partai politik Golongan Karya dan salah satu tokoh terkemuka saat itu bernama Ali Al Karya beliau mengusulkan nama desa pecahan itu dengan nama “Karyamukti”. Dengan alasan seperti di atas merujuk pada pengertian dan harapan perkembangan desa tersebut di kemudian hari. “Karya” berarti hasil kerja, bekerja, pegawai dan “Mukti” berarti kaya atau maju. Jadi, Karyamukti berarti Desa yang diharapkan mempunyai penduduk yang berkarya, maju, dan raharja atau sejahtera di bawah pemimpin yang adil dan bijaksana sehingga masyarakat madani sebagaimana yang dicita-citakan dalam Pembukaan UUD 1945 dapat terwujud.